<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>iradisa.com &#187; Behaviour</title>
	<atom:link href="http://www.iradisa.com/category/behaviour/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.iradisa.com</link>
	<description>Tempatnya Berbagai Artikel dan Informasi...</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Aug 2010 05:30:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Want To Be Liked?</title>
		<link>http://www.iradisa.com/want-to-be-liked</link>
		<comments>http://www.iradisa.com/want-to-be-liked#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 07:25:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iradisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Behaviour]]></category>
		<category><![CDATA[difference]]></category>
		<category><![CDATA[friendly]]></category>
		<category><![CDATA[gift]]></category>
		<category><![CDATA[kindly]]></category>
		<category><![CDATA[liked]]></category>
		<category><![CDATA[loved]]></category>
		<category><![CDATA[respect]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iradisa.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Sometimes the characters appear as a very serious problem in everyday social intercourse. See it, many couples who split up because of the differences. They think, what is done is the most correct thing. If there is something sweeter why choosing a bitter and hurt other people. Is the will of nature if someone has [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sometimes the characters appear as a very serious problem in everyday social intercourse. See it, many couples who split up because of the differences. They think, what is done is the most correct thing. If there is something sweeter why choosing a bitter and hurt other people.</p>
<p>Is the will of nature if someone has a desire to be respected, cared for and treated well. We as teenagers are faced with two choices. <span id="more-110"></span>The first, maintaining the established character of the ego, so maybe people are not the same character will feel resentful and uncomfortable.</p>
<p>Second, a person who loved by anyone, anywhere, and anytime.</p>
<p>Here are tips to become a person who liked.</p>
<p><strong>1. Make other people feel themselves as important</strong><br />
Positioning a person at this level is our effort to respect other people. This can be demonstrated by the attitude and actions. For example, arrive on time or apologize if you feel wrong.<br />
<strong>2. Try to always mention the name of the person correctly</strong><br />
The name is a very personal gift for each person. People will feel uncomfortable when called does not match the name he wanted. More than that, the name can also be a very serious problem in the bureaucracy or the government.<br />
<strong>3. Be friendly</strong><br />
Everyone was happy when treated kindly. People will feel welcome in a community when he was greeted with a friendly. That way people will be comfortable around you.<br />
<strong>4. Act what you want others do unto you</strong><br />
This is evidence when you&#8217;ve learned in life. Do not wait for someone to do good to you first. It would not hurt if you first do good to others.</p>
<p>Well, try this tips and you will find yourselves as people who would like anyone, anywhere, and anytime.</p>
<p>Source : suaramerdeka.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.iradisa.com/want-to-be-liked/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>8 Tanda Kamu Telah Menemukan “True Love”</title>
		<link>http://www.iradisa.com/8-tanda-kamu-telah-menemukan-%e2%80%9ctrue-love%e2%80%9d</link>
		<comments>http://www.iradisa.com/8-tanda-kamu-telah-menemukan-%e2%80%9ctrue-love%e2%80%9d#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 04:08:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iradisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Behaviour]]></category>
		<category><![CDATA[cinta sejati]]></category>
		<category><![CDATA[jatuh cinta]]></category>
		<category><![CDATA[kesetiaan]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[true love]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iradisa.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Cinta sejati? Benarkah di dunia ini ada yang namanya “true love” atau cinta sejati? Setiap kali kamu jatuh cinta pada seseorang, kamu pasti merasa bahwa dia mungkin adalah cinta sejati kamu. Tapi seiring waktu, kamu pun harus menghadapi kenyataan cinta kandas di tengah jalan, dan kamu merasa bahwa ternyata hubungan kamu selama ini hanya membuang-buang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412715367322297298" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 162px; height: 200px;" title="9 Tanda Anda telah Menemukan 'True Love' dalam Hidup ini" src="http://1.bp.blogspot.com/_5AimrjUq9N0/Sx3T8uOLI9I/AAAAAAAAAzI/J3RHOIUGQFM/s200/klp.jpg" border="0" alt="9 Tanda Anda telah Menemukan “True Love” dalam Hidup ini" /></p>
<p><strong>Cinta sejati? </strong>Benarkah di dunia ini ada yang namanya <em>“true love”</em> atau cinta sejati? Setiap kali kamu jatuh cinta pada seseorang, kamu pasti merasa bahwa dia mungkin adalah cinta sejati kamu. Tapi seiring waktu, kamu pun harus menghadapi kenyataan cinta kandas di tengah jalan, dan kamu merasa bahwa ternyata hubungan kamu selama ini hanya membuang-buang waktu saja.</p>
<p><span id="more-99"></span></p>
<p>Mencari cinta sejati di dunia ini mungkin hanya khayalan yang takkan pernah ada ujung, tapi kamu harus yakin bahwa suatu saat kamu pasti mendapatkan “Pangeran” dalam hidup kamu. Setiap hubungan kasih yang kandas di tengah jalan, akan selalu memberikan sebuah pelajaran berharga bagi kamu. Dengan adanya PHK (Putus Hubungan Kasih) kamu bakal lebih tahu tentang siapa sebenarnya diri kamu, seberapa besar komitmen kamu terhadap yang namanya cinta dan yang lebih penting dengan seringnya terjadi PHK, kamu akan lebih mengetahui tentang apa yang kamu cari (inginkan) dan apa yang tidak kamu inginkan dari pasangan kamu.</p>
<p>So, jangan pernah putus asa untuk terus mencari cinta sejati. Bila hari ini kamu jatuh cinta, siapa tahu dia adalah cinta sejati yang kamu cari selama ini. Berikut ini adalah 9 tanda, kamu telah menemukan “Pangeran” dalam hidup kamu dan menemukan “true love”, cinta sejati yang kamu cari dalam hidup ini.<br />
1. Kamu merasa nyaman dan tenang dengan hubungan yang terjadi diantara kamu. Kamu begitu mempercayai bahwa dia tidak akan menyakiti kamu. Jadi, tidak perlu ada yang namanya cemburu atau khawatir bahwa pasangan kamu bakal selingkuh di belakang kamu.</p>
<p>2.Kamu berdua “sukses” menjalani hari-hari dengan kebersamaan, apakah itu hari yang buruk maupun hari dimana kamu mendapatkan kebahagiaan. Apapun situasi yang dihadapi, kebersamaan senantiasa ada di antara kamu.<br />
3. Dalam cinta sejati tidak ada yang namanya drama, kepuraan-puraan ataupun sandiwara. Sebagai contoh, kamu tidak perlu berpura-pura marah hanya untuk mengetes kesabaran pasangan kamu, atau tidak harus mengikuti acara “Playboy Cap Kabel” hanya untuk menguji kesetiaan pasangan kamu.</p>
<p>4. Tidak ada kekerasan dalam sebuah hubungan cinta, sedikitpun!<br />
Perbedaan yang ada, tidak lantas menjadi jurang pemisah tapi justru jadi perekat untuk hubungan kamu dan kamu berdua bisa lebih mengerti tentang arti “hormat menghormati”<br />
5. Seks atau tanpa Seks, bukanlah sebuah masalah. Bila pasangan kamu hanya memikirkan tentang seks semata, emh…. mending lupain bahwa dia adalah cinta sejati kamu.<br />
6. Dalam cinta sejati tidak ada yang namanya “pengorbanan” yang ada hanya komitmen.<br />
7. Kamu berdua saling mendukung untuk mencapai cita-citanya masing-masing.<br />
8. Tidak ada tekanan, keberatan ataupun isu-isu lain yang bisa menghambat hubungan kamu, entah itu dari teman-teman kamu, sahabat, dan yang terpenting dari pihak keluarga. Mereka “merestui” dengan hubungan yang terjadi diantara kamu.</p>
<p>Selamat mencari cinta sejati, semoga suatu saat akhirnya kamu mendapatkan “true love” yang selama ini kamu cari.</p>
<p>Diambil dari : Berbagai sumber</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.iradisa.com/8-tanda-kamu-telah-menemukan-%e2%80%9ctrue-love%e2%80%9d/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mind Map Mengoptimalkan Otak Kanan dan Kiri</title>
		<link>http://www.iradisa.com/mind-map-mengoptimalkan-otak-kanan-dan-kiri</link>
		<comments>http://www.iradisa.com/mind-map-mengoptimalkan-otak-kanan-dan-kiri#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 10:44:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iradisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Behaviour]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan]]></category>
		<category><![CDATA[mind map]]></category>
		<category><![CDATA[otak kanan]]></category>
		<category><![CDATA[otak kiri]]></category>
		<category><![CDATA[pola radian]]></category>
		<category><![CDATA[pre-school]]></category>
		<category><![CDATA[stimulan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iradisa.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini anak lebih banyak berpikir dengan cara yang linear. Artinya, si kecil hanya berpikir menggunakan otak kiri, sementara otak kanan tak dimaksimalkan. Bagaimana mengoptimalkan daya pikir keduanya? Berdasarkan penelitian di University of California yang dilakukan oleh peneliti dalam bidang kedokteran, Prof Roger Sperry, otak manusia terdiri dari dua bagian, yaitu otak kanan dan otak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412442956475192914" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" title="Mind Map Mengoptimalkan Otak Kanan dan Kiri" src="http://4.bp.blogspot.com/_5AimrjUq9N0/SxzcMUvE1lI/AAAAAAAAAyY/dWu6KG0UDkI/s200/Spangler_reading.jpg" border="0" alt="Mind Map Mengoptimalkan Otak Kanan dan Kiri" />Selama ini anak lebih banyak berpikir dengan cara yang<strong> linear</strong>. Artinya, si kecil hanya berpikir menggunakan otak kiri, sementara otak kanan tak dimaksimalkan.</p>
<p>Bagaimana mengoptimalkan daya pikir keduanya?</p>
<p><span id="more-91"></span></p>
<p>Berdasarkan penelitian di University of California yang dilakukan oleh peneliti dalam bidang kedokteran, Prof Roger Sperry, otak manusia terdiri dari dua bagian, yaitu otak kanan dan otak kiri yang masing-masing memiliki tugas atau fungsi yang berbeda.</p>
<p>Berbicara mengenai otak, sudah pasti juga berbicara tentang kecerdasan seseorang. Karena kecerdasan manusia berkembang seiring dengan perkembangan pengetahuan manusia. Kecerdasan manusia tidak bersifat tetap pada saat dilahirkan, melainkan dapat dikembangkan sepanjang hidupnya dan tidak ada hubungannya dengan faktor usia.</p>
<p>&#8220;Kecerdasan pada manusia bisa terus diasah,&#8221; tandas Pemegang Lisensi Mind Map Internasional khusus bidang Pendidikan di Indonesia, Ir Drs Djohan Yoga, MSc MOT, BLI Ed saat menjadi pembicara dalam acara Media Gathering yang diadakan oleh ForumPR KPPL (Kelompok Perusahaan-Perusahaan Lippo).</p>
<p>Mengapa banyak orang yang merasa sulit untuk berpikir secara sistematis, menyusun perencanaan, menghafal, memahami sebuah bacaan, membuat laporan, ringkasan atau catatan serta berkomunikasi secara baik dan jelas? Penyebab semuanya ini adalah karena kita hanya menggunakan otak kiri sementara otak kanan yang sangat mempunyai banyak kegunaan kurang dimanfaatkan.</p>
<p>Djohan menuturkan, secara alami, otak manusia dirancang untuk berpikir dengan pola radian sehingga memungkinkan berpikir secara stimulan. Namun, desain alami ini dirusak oleh sistem pendidikan yang cenderung menggunakan sistem berpikir linear yang menyebabkan kita terbiasa berpikir langkah demi langkah yang jauh lebih lambat dibandingkan berpikir radian.</p>
<p>&#8220;Anak-anak di Indonesia sejak kecil sudah menggunakan pola berpikir secara linear, sehingga mereka lebih lambat berpikir dibandingkan dengan anak-anak yang menggunakan pola berpikir radian,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Oleh karena itu, berpikirlah dengan cara radian dari satu titik ke segala arah yang memungkinkan proses berpikir dapat mengalir secara bebas, sehingga dengan cara berpikir seperti itu akan memunculkan banyak ide-ide secara stimulan.</p>
<p>Hal tersebut juga bisa diatasi dengan menciptakan sebuah alat berpikir (<em>thinking tool</em>) yang menggunakan otak kiri dan otak kanan secara simultan dan sinergis yaitu mindmap yang diciptakan oleh Tony Buzan.</p>
<p>Mind map menurut Buzan Center, Pusat Mind Map yang berada di Kanada menjelaskan bahwa mind map adalah sebuah teknik grafik ampuh yang menyediakan suatu kunci yang universal untuk membuka seluruh potensi otak manusia sehingga dapat menggunakan seluruh kemampuan yang ada di kedua belah otak seperti gambar, kata, angka, logika, ritme dan warna dalam suatu cara yang unik.</p>
<p>&#8220;Mind map merupakan cara mencatat yang kreatif, efektif, dan memetakan pikiran-pikiran kita, secara menarik, mudah dan berdaya guna,&#8221; papar Insinyur lulusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung ini.</p>
<p>Bagi anak-anak, disarankan oleh Yoga sebaiknya menerapkan teknik mind map ini sejak dini. Karena awalnya, teknik ini dianggap cocok diterapkan di umur 9 tahun, tetapi berdasarkan suatu percobaan, ternyata teknik ini ampuh diterapkan pada anak usia 4 tahun.</p>
<p>&#8220;Anak-anak bisa diajarkan teknik mind map di usia 4 tahun, atau umur berapa saja bagi anak-anak yang sudah bisa mengenal objek,&#8221; kata Yoga.</p>
<p>Percobaan tersebut dilakukan pada anak-anak pre-school dengan piknik ke kebun binatang,mereka bisa menerapkan teknik mind map saat harus menjelaskan isi yang ada di kebun binatang saat itu. Teknik yang digunakan seperti membuat bulatan besar di tengahtengah kertas, kemudian memisahkan nama-nama bintang, yang dibagi menjadi hewan berkaki empat dan hewan berkaki dua.</p>
<p>Kemudian dari hewan berkaki dua dan berkaki empat tersebut, diberikan cabang untuk dibagi lagi menjadi hewan berkaki empat yang buas dan tidak buas serta hewan berkaki dua yang buas dan tidak buas.</p>
<p>&#8220;Dari percobaan tersebut, diketahui ternyata di saat anak harus menjelaskan apa isi kebun binatang, mereka dengan cepat menyebutkan apa yang ada di pikiran mereka setelah dibuat dengan teknik mind map,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Dari teknik mind map yang diterapkan sejak dini, maka nantinya pun akan terbawa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga berbicara menjadi lebih jelas, padat, ringkas, dan berkonsep.</p>
<p>Dijelaskan oleh Yoga bahwa teknik mind map ini sudah banyak digunakan di Hong Kong, Malaysia juga Singapura dan berkembang cepat di 12 negara di Asia. Bahkan, dijadikan sebagai kurikulum di Malaysia dan di tahun 2011 akan mewajibkan pendidikan berbasis mind map. Sedangkan di Indonesia sendiri digunakan secara parsial di beberapa sekolah nasional plus. Salah satunya adalah Sekolah Pelita Harapan.</p>
<p>&#8220;Kami menginginkan mind map sebagai program nasional di Indonesia. Karena pelajarannya yang terlalu banyak, maka pelajaran di Indonesia butuh mind map,&#8221; ucap Yoga yang sedang disibukkan dengan acara roadshow yang mentraining guru- guru di 20 kota dengan jumlah sekitar 300 sekolah di Indonesia yang diadakan oleh UPH. Roadshow tersebut juga bertujuan membantu belajar para murid di Indonesia.</p>
<p><strong>Sumber : okezone.com</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.iradisa.com/mind-map-mengoptimalkan-otak-kanan-dan-kiri/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenali Kantuk yang Berbahaya</title>
		<link>http://www.iradisa.com/kenali-kantuk-yang-berbahaya</link>
		<comments>http://www.iradisa.com/kenali-kantuk-yang-berbahaya#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 03:04:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iradisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Behaviour]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>
		<category><![CDATA[istirahat]]></category>
		<category><![CDATA[kantuk]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[lelah]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iradisa.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Menurut  Sleep Scientist dari RS Mitra Kemayoran Jakarta, dr Andreas Prasadja, kecelakaan lalu lintas yang disebabkan kantuk masih sering terjadi, walaupun peringatan untuk beristirahat sudah dicanangkan di spanduk-spanduk besar di sepanjang jalan raya. Pasalnya, banyak pengendara yang tidak tahu kapan harus beristirahat, termasuk mengidentifikasi kantuk yang bisa membahayakan jiwa. Untuk itu, Andreas yang baru saja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410840127265201122" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" title="Kenali Kantuk yang Berbahaya" src="http://1.bp.blogspot.com/_5AimrjUq9N0/SxcqbYoSW-I/AAAAAAAAAvo/8KalMghSAMY/s200/ngantuk.png" border="0" alt="Kenali Kantuk yang Berbahaya" />Menurut  <em>Sleep Scientist</em> dari <strong>RS Mitra Kemayoran Jakarta</strong>, <strong>dr Andreas Prasadja,</strong> kecelakaan lalu lintas yang disebabkan kantuk masih sering terjadi, walaupun peringatan untuk beristirahat sudah dicanangkan di spanduk-spanduk besar di sepanjang jalan raya.</p>
<p><span id="more-76"></span></p>
<p>Pasalnya, banyak pengendara yang tidak tahu kapan harus beristirahat, termasuk mengidentifikasi kantuk yang bisa membahayakan jiwa.</p>
<p>Untuk itu, Andreas yang baru saja meluncurkan &#8220;Ayo Bangun! dengan Bugar karena Tidur yang Benar&#8221; itu menyarankan para pengemudi untuk mengenali tanda-tanda kantuk yang dapat membahayakan. Antara lain sebagai berikut:</p>
<p>Kehilangan konsentrasi, sering mengerjapkan mata atau mata terasa berat.</p>
<p>1. Pikiran menerawang.</p>
<p>2. Sulit mengingat apa-apa yang telah dilewati, atau melewatkan beberapa rambu atau lampu merah.</p>
<p>3. Berulang kali menguap dan mengusap-usap mata.</p>
<p>4. Sulit menjaga kepala dalam posisi tegak.</p>
<p>5. Melenceng dari jalur, dan melanggar marka-marka jalan.</p>
<p>6. Merasa lelah dan mudah terpancing emosi.</p>
<p><strong><br />
Sumber : okezone.com</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.iradisa.com/kenali-kantuk-yang-berbahaya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Emosi . . .</title>
		<link>http://www.iradisa.com/emosi</link>
		<comments>http://www.iradisa.com/emosi#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 02:58:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iradisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Behaviour]]></category>
		<category><![CDATA[introspeksi]]></category>
		<category><![CDATA[intuisi]]></category>
		<category><![CDATA[kognitif]]></category>
		<category><![CDATA[marah]]></category>
		<category><![CDATA[mawas diri]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[persepsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iradisa.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Emosi adalah reaksi tubuh menghadapi situasi tertentu. Sifat dan intensitasnya berkait erat dengan aktivitas kognitif (berpikir) manusia sebagai hasil persepsi terhadap situasi. Emosi adalah hasil reaksi kognitif terhadap situasi spesifik. Emosi merupakan hasil proses persepsi terhadap situasi. Itulah pendapat JP Du Preez, pengajar senior di Potchefstroom University, Afrika Selatan, seperti dikutip Anthony Dio Martin (Emotional [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403415931233227058" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 280px; height: 200px;" title="Emosi" src="http://3.bp.blogspot.com/_5AimrjUq9N0/SvzKKTLX0TI/AAAAAAAAAsA/QxE4mxNJ3VU/s320/emosi.jpg" border="0" alt="Emosi" /><strong>Emosi</strong> adalah reaksi tubuh menghadapi situasi tertentu. Sifat dan intensitasnya berkait erat dengan aktivitas kognitif (berpikir) manusia sebagai hasil persepsi terhadap situasi. Emosi adalah hasil reaksi kognitif terhadap situasi spesifik. Emosi merupakan hasil proses persepsi terhadap situasi.</p>
<p><span id="more-47"></span></p>
<p>Itulah pendapat<strong> JP Du Preez</strong>, pengajar senior di <strong>Potchefstroom University, Afrika Selatan</strong>, seperti dikutip <strong>Anthony Dio Martin (Emotional Quality Management, 2003:91).</strong></p>
<p>Kalau seseorang mempersepsikan situasi yang menimpa dirinya sebagai akibat dari perbuatan orang lain, maka ia akan marah, meskipun belum tentu orang lain itu berbuat salah terhadapnya. Kalau mempersepsikan situasi itu sebagai akibat dari perilakunya sendiri, maka ia akan melakukan introspeksi atau mawas diri.</p>
<p>Mengacu kepada definisi Du Preez itu, maka emosi manusia berkait dengan tiga aspek penting, yaitu persepsi, pengalaman, dan proses berpikir, yang bisa membuat seseorang mudah marah, menuduh, bahkan memfitnah. Sebaliknya, tiga aspek itu bisa membuat seseorang tenang-tenang atau santai-santai saja menghadapi situasi seperti apa pun.</p>
<p>Menurut referensi, secara fisiologis emosi terdapat pada salah satu bagian dari <strong>sistem limbik</strong>, yaitu <strong>otak kecil di atas tulang belakang</strong>, di bawah tulang tengkorak. Sistem tersebut memiliki tiga fungsi, yaitu mengontrol emosi, seksualitas, dan pusat-pusat kenikmatan, yang merupakan hal paling penting dalam perkembangan otak. Kemampuan seseorang dalam mengendalikan dan mengelola emosi merupakan faktor penentu keberhasilan atau kesuksesan dalam berbagai aspek kehidupan.</p>
<p>Dalam kehidupan masyarakat Jawa, emosi itu penting; antara lain tampak dalam pola pikir <em>inward looking</em>, bukan <em>outward looking</em>. Maknanya, kalau ada situasi yang menimpa, maka reaksi awal yang muncul adalah melihat diri sendiri; introspeksi apa yang telah dilakukan, yang mungkin menjadi penyebab. Dikenallah istilah-istilah <em>umpan papan, angon wektu, ngemong rasa, mulat sarira,</em> dan seterusnya.</p>
<p>Mawas diri merupakan bagian dari pengelolaan diri khas Jawa, dalam rangka <em>self examination, self control, self assesment, self monitoring. </em>Budaya Jawa mengacu kepada “rasa” (lebih dalam dari sekedar perasaan), tidak mengabaikan intuisi selain juga bersandar kepada pikiran (rasio).</p>
<p>Intuisi menurut <strong>Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),</strong> adalah daya atau kemampuan mengetahui atau memahami sesuatu tanpa dipikirkan atau dipelajari;bisikan hati;gerak hati. Ilmuwan-ilmuwan besar, misalnya <strong>Henri Pincare,</strong> mengatakan bahwa ia sering memecahkan masalah justru secara intuitif, ketika sedang bersantai dan sama sekali tidak memikirkan masalah tersebut.</p>
<p>Intuisi datang bagaikan bersitan terang yang hanya terjadi sekejap mata. Tinjauan filosofis <strong>Charles Sanders Peirce (1839-1914)</strong> juga tidak mengabaikan intuisi sebagai faktor penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Karena intuisi itu penting, maka ajaran Jawa selalu menganjurkan manusia tidak grusa-grusu (tergesa-gesa) dan rendah hati dalam mengambil kesimpulan. Ya, seperti disebut dalam Wulangreh karya Pakubuwono IV: <em>Dipun sami ambanting sariranira/ cegah dhahar lan guling/ darapon sudaa/ nepsu kang ngambra-ambra/ rerema ing tyasireki/ dadi sabarang/ karsanira lestari.</em> Intinya, kurangilah makan dan tidur, bersikaplah rendah hati, agar marah tidak meledak-ledak, segala sesuatu kehendak menjadi lestari.</p>
<p>Berbagai persoalan yang muncul belakangan ini banyak berkaitan dengan masalah manajemen emosi. Ada kecenderungan kita makin tidak cerdas dalam mengelola emosi, tidak pintar mengendalikan persepsi, pengalaman, dan proses berpikir. Kita mempunyai telinga tapi tidak mendengar, dan memiliki mata tapi tidak melihat. Kita hanya mendengar yang ingin kita dengar dan melihat yang ingin kita lihat.</p>
<p>Akibatnya, di Sumatra Utara ada Ketua DPRD meninggal karena didemo. Di Solo ada dua pemain sepak bola berkelahi di lapangan lalu ditahan polisi. Ada juga presiden marah, karena ketika berpidato beberapa orang yang seharusnya mendengar malah mengantuk. Seorang tokoh partai mengomentari partai lain hanya akan meraih sedikit suara dalam pemilihan umum (pemilu) mendatang, kemudian petinggi partainya minta maaf. Sebaliknya, ada mantan presiden selalu berkomentar santai terhadap bermacam situasi, dengan mengatakan “gitu saja kok repot”.</p>
<p>Emosi memang tidak pandang bulu, bisa menimpa saja. Semua bergantung kepada persepsi, pengalaman, dan proses berpikir tiap-tiap orang.</p>
<p>Kekayaan bangsa yang harus kita pelihara dan kembangkan yaitu kearifan lokal Jawa yang inward looking. Pesannya adalah, kalau menghadapi situasi tertentu janganlah cepat-cepat melihat keluar, tapi lihatlah diri sendiri lebih dulu. Bukankah pesan tersebut sangat relevan ketika masyarakat dihadapkan kepada situasi spesifik menghadapi pemilu dan perekonomian yang tidak menentu ?</p>
<p>Insyaallah kearifan lokal itu bisa menghindarkan kita dari saling menyalahkan, saling tuduh, saling menjatuhkan, saling fitnah, dan sebagainya.<em> Ana rembug dirembug, ana nalar dinalar.</em><br />
Diambil dari : Berbagai sumber</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.iradisa.com/emosi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
