Kapan Liposuction Tidak Bisa Dilakukan?
Liposuction atau sedot lemak adalah metode body conturing atau tindakan pembentukan tubuh dengan mengurangi lemak pada bagian tubuh tertentu, seperti daerah perut, pantat, paha luar, timbunan lemak dalam lengan pinggul, pipi, dan leher.
Agar memiliki tubuh ideal dalam durasi singkat, tak sedikit kaum hawa yang memilih untuk melakukan metode ini. Meski dapat berhasil dalam waktu singkat, ada kalanya liposuction tidak bisa diterapkan pada situasi tertentu.
Dr Enrina Diah, ApBP melalui bukunya yang berjudul ‘Ultimate Beauty, Menjadi Pribadi yang Menakjubkan dengan Aesthetic Surgery’ memaparkan, Liposuction tidak bisa diterapkan saat:
1. Liposuction tidak dirancang untuk menurunkan berat badan. Orang yang sangat gemuk atau memiliki timbunan lemak yang berlebih tidak baik menjadi kandidat liposuction.
Cara terbaik bagi mereka adalah menurunkan berat badan, melakukan diet, melakukan latihan olahraga terlebih dahulu, sebelum mempertimbangkan liposuction.
2. Orang-orang dengan kelainan psikis seperti gangguan dismorfik, yaitu orang yang terlalu gelisah dan selalu tidak puas akan tubuhnya. Mereka biasanya datang kepada dokter berulang kali. Klein seperti ini tidak yakin dengan keinginannya sendiri.
3. Penderita gangguan jantung yang berat, sebaiknya tidak melakukan sedot lemak, sebab pembiusan dapat mengganggu sirkulasi darahnya. Penderita diabetes dapat melakukan sedot lemak asalkan gula darahnya terkontrol.
4. Jika kamu kehilangan berat badan dan memiliki banyak kelebihan kulit setelah penurunan berat badan, maka abdominoplasty (tummy tuck) dapat dilakukan untuk menghilangkan kelebihan jaringan dan mengencangkan otot, liposuction dapat dilakukan pada saat yang bersamaan untuk meninggalkan kelebihan lemak yang menimbun.
Sumber : okezone.com
