<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>iradisa.com &#187; muntah</title>
	<atom:link href="http://www.iradisa.com/tag/muntah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.iradisa.com</link>
	<description>Tempatnya Berbagai Artikel dan Informasi...</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Aug 2010 05:30:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>8 Larangan Setelah Makan</title>
		<link>http://www.iradisa.com/8-larangan-setelah-makan</link>
		<comments>http://www.iradisa.com/8-larangan-setelah-makan#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 10:54:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iradisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>
		<category><![CDATA[kegemukan]]></category>
		<category><![CDATA[kembung]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[mandi]]></category>
		<category><![CDATA[merokok]]></category>
		<category><![CDATA[muntah]]></category>
		<category><![CDATA[radang]]></category>
		<category><![CDATA[usus terbelit]]></category>
		<category><![CDATA[zat besi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iradisa.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Menjaga kesehatan tidak hanya terpaku pada memperhatikan jenis makanan. Lebih dari itu, kamu harus memerhatikan apa saja yang harus dilakukan dan harus ditinggalkan selepas makan. Jika diperhatikan dengan baik, hal-hal yang sebaiknya ditinggalkan itu, kamu akan merasakan manfaat lebih dari makanan yang kamu konsumsi. 1. Merokok Coba kamu bayangkan! Merokok saja sudah merusak tubuh apalagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412445845946415826" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" title="8 Larangan Setelah Makan" src="http://1.bp.blogspot.com/_5AimrjUq9N0/Sxze0g2sutI/AAAAAAAAAyg/b2omnk5y-hM/s200/mam.jpg" border="0" alt="8 Larangan Setelah Makan" />Menjaga kesehatan tidak hanya terpaku pada memperhatikan jenis makanan. Lebih dari itu, kamu harus memerhatikan apa saja yang harus dilakukan dan harus ditinggalkan selepas makan. Jika diperhatikan dengan baik, hal-hal yang sebaiknya ditinggalkan itu, kamu akan merasakan manfaat lebih dari makanan yang kamu konsumsi.</p>
<p><span id="more-94"></span><br />
<strong>1. Merokok</strong></p>
<p>Coba kamu bayangkan! Merokok saja sudah merusak tubuh apalagi jika hal ini kamu lakukan setelah makan. Berdasarkan penelitian, mengisap satu batang rokok setelah makan sama saja dengan merokok sepuluh batang. Sehingga, kemungkinan terserang kanker jauh lebih besar.<br />
<strong><br />
2. Makan Buah</strong></p>
<p>Selama ini orang salah persepsi tentang hal yang satu ini. Kebanyakan orang makan buah setelah dianggap sebagai tradisi dan mereka meyakini buah sebagai hidangan pencuci mulut. Padahal mengkonsumsi buah setelah akan membuat perut dipenuhi udara alias kembung.</p>
<p>Tapi bukan berarti kamu tidak boleh siasati. Nah, cobalah kamu mengkonsumsi buah dengan jeda waktu 1-2 jam setelah makan. Dan jangan kamu mengkonsumsi buah satu jam sebelum makan, ini akan membuat perut kamu kenyang dan makan tidak terlalu banyak.<br />
<strong>3. Minum Teh</strong></p>
<p>Berdasarkan penelitian, daun teh memiliki kandungan asam yang tinggi. Hal ini menyebabkan kendungan protein dalam makanan sulit dicerna. Selain hal itu, minum teh setelah makan dapat menyebabkan hambatan terhadap penyerapan zat dalam tubuh hingga 80%. Padahal, seperti yang kita ketahui, zat besi sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan kualitas tubuh manusia.<br />
<strong><br />
4. Mengendurkan Ikat Pinggang</strong></p>
<p>Ini hal yang sepele tapi seringkali dilakukan. Mungkin maksud kamu supaya makanan yang masuk bisa lebih banyak dan kamu tidak merasa begah. Karena itu, kamu mengendurkan ikat pinggang. Tahukah kamu? Mengendurkan ikat pinggang dapat menyebabkan usus terbelit dan terblokir.<br />
<strong>5. Mandi</strong></p>
<p>Walaupun tidak banyak orang yang melakukan, terkadang ada saja yang berpikir untuk melakukan mandi selepas makan. Pada pagi hari kebanyakan orang lebih memilih makan dulu daripada mandi dengan alasan setelah makan pasti perut menjadi penuh dan hasrat ingin buang hajat lebih besar. Sehingga kamu berpikir untuk mandi sekalian BAB.</p>
<p>Padahal, mandi yang dilakukan setelah makan akan menaikkan aliran darah ke tangan, kaki dan badan yang menyebabkan jumlah darah sekitar perut akan terus berkurang. Hal ini akan melemahkan sistem pencernaan di dalam perut.</p>
<p><strong>6. Berjalan &#8211; Jalan<br />
</strong><br />
Satu lagi yang benar-benar harus kamu hindari. Pernahkah kamu mendengar cerita bahwa orang yang sedang mengikuti lomba gerak jalan maupun lari marathon tiba-tiba saja muntah ditengah jalan? Ya, itu adalah salah satu alasan mengapa kamu tidak boleh langsung berjalan apalagi lari setelah makan. Berjalan akan menyebabkan sistem pencernaan tidak mampu menyerap nutrisi dari makanan yang telah kamu makan.</p>
<p><strong><br />
7. Langsung Tidur</strong></p>
<p>Satu hal yang paling sulit untuk dihindari adalah rasa kantuk setelah makan. Apalagi jika makanan yang baru saja dikonsumsi sangat memuaskan perut dalam artian sangat mengenyangkan. Namun, cobalah untuk tidak mengikuti rasa kantuk kamu. Tidur setelah makan membuat makanan tidak dapat dicerna secara baik. Akibatnya, usus mengalami kembung dan terjadi peradangan.<br />
<strong>8. Minum Air Dingin</strong></p>
<p>Hal terakhir ini yang banyak tidak disadari oleh masyarakat adalah minum air dingin. Suhu dingin akibat es yang berkondesasi dengan air dapat membekukan makanan, terutama yang mengandung minyak (lemak akan terbekukan). Hingga pada akhirnya lemak itu bisa tertimbun dalam usus dan mengakibatkan penyempitan saluran-saluran pencernaan dan berujung pada kegemukan. Nah, untuk itu mulai saat ini cobalah ganti air es yang biasa kamu minum dengan minum air hangat.</p>
<p><strong>Sumber : okezone.com</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.iradisa.com/8-larangan-setelah-makan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waspadai Diare Karena Rotavirus Menyerang Batita</title>
		<link>http://www.iradisa.com/waspadai-diare-karena-rotavirus-menyerang-batita</link>
		<comments>http://www.iradisa.com/waspadai-diare-karena-rotavirus-menyerang-batita#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 23:49:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iradisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[balita]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[dehidrasi]]></category>
		<category><![CDATA[diare]]></category>
		<category><![CDATA[fekal-oral]]></category>
		<category><![CDATA[muntah]]></category>
		<category><![CDATA[oralit]]></category>
		<category><![CDATA[rotavirus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iradisa.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Orangtua mana yang tak khawatir dan sedih bila melihat kondisi si kecil lemah tak berdaya. Matanya terlihat cekung, sering rewel, sedikit-sedikit diare, dan tak jarang makanan yang sudah diasup dimuntahkannya kembali. Duh, jangan-jangan ini pertanda bayi anda terserang rotavirus. Apa itu? Apa yang harus dilakukan orangtua agar masalah si kecil segera teratasi? Untuk anda yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411531165293530882" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5AimrjUq9N0/Sxme7F5GzwI/AAAAAAAAAwo/5s9qhTdaMbU/s200/batita.jpg" border="0" alt="Waspadai Diare Karena Rotavirus Menyerang Batita" />Orangtua mana yang tak khawatir dan sedih bila melihat kondisi si kecil lemah tak berdaya. Matanya terlihat cekung, sering rewel, sedikit-sedikit diare, dan tak jarang makanan yang sudah diasup dimuntahkannya kembali.</p>
<p>Duh, jangan-jangan ini pertanda bayi anda terserang rotavirus. Apa itu? Apa yang harus dilakukan orangtua agar masalah si kecil segera teratasi?</p>
<p><span id="more-87"></span>Untuk anda yang penasaran ingin mengetahui apa dan bagaimana cara penanganan rotavirus, pemaparan dari dr Mulya Rahma Karyanti, MD, IBCLC, RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta bisa menjawabnya.<br />
<strong>Bisa Menyebabkan Kematian</strong></p>
<p>Diare memang kerapkali &#8220;menghantui&#8221; balita, utamanya terjadi akibat adanya infeksi pada saluran pencernaan yaitu usus. Penyebabnya pun beragam, bisa karena terinfeksi bakteri, parasit, dan virus.</p>
<p>Rupanya, rotavirus merupakan penyebab tertinggi penyakit diare yang kerap menyerang bayi usia 6 bulan ke atas dan anak-anak di bawah usia 3 tahun.</p>
<p>Ancaman virus ini tak boleh dipandang sepele. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa rotavirus telah menyebabkan lematian kurang lebih 527.000 balita di seluruh dunia tiap tahunnya.<br />
<strong>Muntah Mendadak Sampai Kejang Perut</strong></p>
<p>Umumnya, gejala baru timbul dalam waktu 1-3 hari setelah terinfeksi rotavirus. Akan tetapi, pada bayi tertentu (utamanya di bawah usia 3 bulan) yang menderita infeksi rotavirus bisa saja tidak memperlihatkan gejala.</p>
<p>Gejala yang timbul pertama-tama adalah muntah mendadak. Sifat muntahnya spontan dan sulit dikendalikan meski dengan obat-obatan yang diminum. Bisa juga timbul demam meski tidak terlalu tinggi yang disertai kejang perut dan disusul dengan diare berair dalam jumlah banyak sehingga menyebabkan anak cepat kekurangan cairan.<br />
<strong>Kebersihan Kurang Terjaga</strong></p>
<p>Rotavirus bisa menyebar utamanya akibat menelan materi yang terkontaminasi oleh virus. Hal ini bisa terjadi oleh karena minimnya kebersihan di lingkungan sekitar anda, termasuk perlengkapan makan atau minum si kecil yang tidak dicuci bersih.</p>
<p>Misalnya, dot bayi dan botol susu tidak dicuci bersih sehingga sisa susu masih ada dan tertinggal baik di dot maupun di botol susunya sehingga menimbulkan bau tak sedap.</p>
<p>Tak hanya kebersihan perlengkapan makan, kebersihan tangan si kecil pun perlu diperhatikan. Anak-anak yang tidak dibiasakan cuci tangan sebelum makan pun berisiko terinfeksi rotavirus.</p>
<p>Ditambah lagi, kotoran si kecil jika tidak segera dibuang dan dibersihkan berisiko menjadi sarang organisme &#8220;jahat&#8221;. Jangan heran bila ia rentan terserang virus rotavirus.<br />
<strong>Menyebar Melalui Udara</strong></p>
<p>Diare akibat rotavirus bisa ditularkan melalui fekal-oral yakni lewat kotoran (tinja) yang mengering dan kemudian menyebar melalui udara. Oleh karenanya, jika ada anak yang menderita penyakit ini dan kotorannya tidak segera dibersihkan akan berpotensi menularkan pada anak lainnya.</p>
<p>Penularan lainnya bisa terjadi karena menyentuh benda-benda atau menelan makanan dan minuman yang tercemar oleh rotavirus. Pasalnya, virus rotavirus rata-rata bisa hidup di luar tubuh manusia berminggu-minggu, baik di permukaan tanah dan dalam air. Sekali lagi, penyakit ini bisa menular!<br />
<strong>Kenali Tanda Dehidrasi</strong></p>
<p>Yang paling diwaspadai saat anak terserang diare adalah dehidrasi. Untuk menangani anak yang kekurangan cairan, terlebih dahulu ibu perlu mengetahui dan mengenal anak dengan kondisi dehidrasi.</p>
<p>Gejalanya antara lain: anak jadi rewel, kehausan, sering minta minum tetapi muntah makin menjadi karena kebanyakan cairan yang diasup, matanya jadi cekung, kulit pada daerah perut dan dahi tidak kenyal (kalau dicubit tidak kembali lagi).</p>
<p>Sedangkan pada kondisi dehidrasi berat, bisa ditandai dengan kesadaran anak yang menurun, kaki tangan dingin dan disertai dengan kejang.</p>
<p>Sudah pasti, ibu tak ingin keadaan ini memburuk, bukan? Oleh karena itu, jangan sampai si kecil dalam kondisi kehabisan cairan.<br />
<strong>Berikan Cairan </strong></p>
<p>Untuk mengatasi kekurangan cairan akibat diare yang terus &#8220;mengucur&#8221;, berikan cairan oralit atau cairan pengganti oralit seperti air putih yang ditambahkan garam seujung sendok, atau sedikit minuman isotonik atau air tajin.</p>
<p>Jangan lupa, susu masih bisa diberikan! Ibu tidak perlu mengurangi jumlah takarannya untuk mengasup nutrisi yang sempat hilang akibat diare dan muntah. Apabila anak muntah, tunggu dulu selama 5 &#8211; 10 menit agar anak tenang. Setelah itu, baru diberikan cairan pengganti dari sendok secara perlahan-lahan.<br />
<strong>Gunakan Sendok<br />
</strong><br />
Pemberian dengan menggunakan sendok secara pelan-pelan dan sedikit demi sedikit lebih efektif dibandingkan menggunakan dot ataupun gelas. Karena lambung yang mendadak diisi cairan secara penuh tidak mampu menyerap cairan dalam jumlah banyak, justru segera dimuntahkan atau keluar lagi lewat diarenya.</p>
<p>Sedangkan, masa penyembuhan diare rotavirus ini bisa terjadi antara seminggu hingga 10 hari. Meski demikian, jika penanganannya terlambat akan terjadi hal yang fatal, terutama jika cairan dan elektrolitnya tidak segera diganti.</p>
<p>Pada prinsipnya, untuk mencegah kekurangan cairan (dehidrasi) bisa dilakukan dengan memberikan cairan oralit atau cairan pengganti oralit. Bila perlu segera periksakan ke dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan si kecil yang sebenarnya agar si kecil segera tertolong.</p>
<p><strong>Sumber : okezone.com </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.iradisa.com/waspadai-diare-karena-rotavirus-menyerang-batita/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
